Nurmalitaseptiani's Blog

6 TAMPAN PRIA IDAMAN

Posted on: Januari 2, 2010

Si Pemuja, Kesepian
Kata-katanya puitis bagai pujangga cinta, membuat wanita melayang bak bidadari di langit ketujuh. Ia juga sebagai pendengar yang baik, menerima tumpahan curhat dengan penuh rasa sabar. Sejatinya, pria ini adalah pria kesepian yang mencari eksistensi diri lewat cinta. Orientasi hidup hanya cinta, bukan aktivitas lainnya, sehingga menjadi terkungkung dan terasa menjemukan. Dia akan sangat menuruti kemauan dan kemanjaan wanita. Memang patut dihormati dan dihargai, tapi akan menjadi beban. Karena proses pendewasaan diri terhambat dan susah berkembang. Janagan terbuai dengan syair pujaan, agar hidup tidak diliputi funtastis.

Si Kaya, Paranoid
Pria kaya dengan uang berkuasa. Bagi si Bento semua pintu terbuka, tak perlu mengantri, pelayanan VIP, pakaian bermerk, restoran paling top, bermobil luks. Meski hidup serba mewah, bisa jadi kebahagiaan cepat sirna karena tak terbeli. Pria kaya atau berkuasa gemar melakukan tantangan ekstrim agar merasa lebih “hidup”. Ia sering menderita paranoid, bahwa orang mendekatinya karena uang. Banyak orang tunduk padanya, sehingga ia akan mudah tersinggung jika tak mendapatkan yang diinginkannya. Sebagai money maker percaya dirinya rapuh, karena segalanya dapat dikalahkan demi kesuksesa finansial. Justru sebaliknya, dari kehidupan mereka dapat dipetik inspirasi, bahwa tak semua bisa dibeli dengan uang, terutama cinta.

Pria Mapan, Matang
Inilah pribadi pria dewasa yang telah mapan baik mental maupun materi. Bagi wanita usia muda, kekasih seperti ini tentu mengayomi dan menentramkan. Agar tak lari dari pelukannya, dia rela menimbuni materi. Sebaliknya, wanita dan merasa nyaman dan tidak harus cemburu, karena jauh dari saingan pengejar cinta. Soal berkarier, tentu mendapat dorongan, karena setidaknya pria ini berposisi sebagai manajer. Dari segi wawasan pun dia bisa menjadi mentor yang baik. Namun usia paruh baya mengalami krisis paruh baya sangat rentan dengan kasus percaya diri. Ya, setidaknya kalau masih ingin beralih ke yang seusia, berjiw muda, dan gejolak pemikiran baru, masih punya kesempatan untuk berburu.

Perayu Ulung, Playboy
Tampang pria playboy yang tampan dan mempesona, juga pembohong yang lihai! Wanita korbannya akan tutup kuping rapat-rapat jika diperingatkan teman atau keluarga untuk menjauhinya. Ia juga si Cassanova yang tak ragu merayu sahabat kekasihnya. Tipe pemboros yang slalu pinjam uang untuk bersenang-senang. Wanitanya akan ajtuh cinta habis-habisan, meski tak diperlakukan dengan baik. Prilaku pria penipu cinta ini bisa mrnjadi intropeksi diri. Meski bersumpah tergila-gila, ia tetap super egois dan tak bisa dipercaya. Setelah putus darinya, baru bisa disadari betapa berharganya cinta dan pantas mendapatkan pasangan yang berlansadkan kejujuran, kasih, dan dukungan yang siap hadir kapanpun dibutuhkan.

Siganteng, Monoton
Bangga tiada tara, saat bergandengan tangan dengan si dia di muka umum. Bisa menaklukan pria ganteng, tentu akan dipandang orang sebagai wanita yang beruntung. Tapi sayang, handsome hanyalah casing-nya, karena itu lama-lama membosankan. Ketampanannya tidak dibarengi dengan pemikiran yang brilian, bahkan terkesan kosong. Tampang keren, menciptakan keuntungan tanpa bersusah payah untuk mendapatkan kesempatan emas. Hidup lurus tidak mau mencoba kesempatan yang baru, apalagi meniti sisi-sisi keunikan. Bersamanya tak dapat melalui kehidupan yang penuh warna-warni. Sikapnya yang baik hati, memang susah untuk diputuskan cintanya. Peristiwa ini memberikan pembelajaran, bahwa tampang tampan tidak menjamin kebahagiaan, terasa monoton, dan tiada tantangan dalam hidup.

Si Daun Muda, Ingusan
Jatuh cinta pada pria berusia muda tentu menyengkan. Hidup menjadi bersemangat dan semakin antusias. Pertanyaannya selalu terjawab, “Tak masalah, yang penting dia sayang sama saya!” tapi yang jelas, dunia dan pemikirannya tentu berbeda seiring usianya. Nyatanya, begitu berkumpul dengan sahabat atau rekan sekantor, rasa canggung itu mulai bergelayut. Bila pria matang mengayomi, sebaliknya “daun muda” harus ngemong. Lama kelamaan menuruti sikap kekanak-kanakannya dan kenaifannya akan membosankan. Rasa cinta urutannya dibawah penampilan fisik tumbuh indah dan kecantikan. Pengalaman dalam kerja yang masih minim, membuatnya bukan sebagai teman yang baik untuk berdiskusi urusan kantor. Masa bersenang-senang ala anak ingusan pun akan segera berlalu. Bersama si daun muda paling tidak bisa mengingatkan, bahwa kini bukan kanak-kanak tapi sudah menjadi pria yang dewasa. Tampilan fisik wanita biasanya melebihi usia sesungguhnya. Bayangkan, bila si pria masih terlihat begitu muda, apakah hati tidak selalu ketar-ketir?

Tip Pilih-Pilih Pria Idaman
1. ‘Teliti sebelum membeli’, tetap ampuh menjadi slogan bagi konsumen cinta. Jangan asal comot, satukan hati lewat karakter pria yang sepadan dengan kita.
2. Bukan berarti karakter playboy itu buruk. Bila kita bersifat pasif, selalu mengurung diri mungkin sikap pria seperti ini bisa menjadi suplemen enerji dalam bercinta.
3. Kendalikan diri ketika melakukan penjajakan. Dengarkan dulu segala argumentasinya, supaya segala isi hatinya ataupun tipu dayanya keluar dan kita bisa menarik kesimpulan. Siapa dia?
4. Jangan apriori, banayk-banyaklah konsultasi atau cari tau tentang pribadi laki-laki dari orang yang lebih berpengalaman, juga menyimak buku-buku.
5. Teori jalan mulus pasti lancer, kadang tak selalu benar. Missal semua udah oke eh malah bubaran. Jadi, tetaplah menyiapkan resepsi hati, agar tidak terlalu terpuruk bila gagal.
6. Kalau pria idaman menjadi prospek ke depan, segeralah serius kejenjang yang lebih focus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: